A Library

#BookReview : Succubus Blues by Richelle Mead | A Library

Rabu, Oktober 10, 2018




Book Identity
Judul                           : Succubus Blues
Penulis                        : Richelle Mead [The New York Times Bestseller Author]
Penterjemah              : Ersa Atika Sari
Peyunting                   : Titis Wardhana
Penerbit                      : Dastan Books
ISBN                            : 978-602-9267-01-3
Cetakan                      : 1 – Juni 2011
Genre                          : Fiction – Paranormal Romance
Jumlah Halaman       : 460
Blurb
Georgina Kincaid adalah succubus yang bekerja di sebuah toko buku. Banyak laki – laki yang tertarik padanya. Namun, hal itu tidak menyebabkan hidupnya menjadi menyenangkan. Georgina masih dihantui oleh masa lalunya yang kelam dan sering kali merasa kesepian. Kondisi itu ditambah dengan ketidakmampuannya untuk berkencan tanpa harus mengisap sebagian jiwa laki – laki membuat hidup Georgina cukup menyedihkan. Sampai ia bertemu dengan Seth Mortensen, penulis favoritnya.
Seth Mortensen adalah seorang penulis terkenal yang memiliki sifat introvert, suka mengenakan kaus bergambar kartun lucu, dan rambutnya acak – acakan, namun sangat seksi dan menawan. Pertemuan pertama Georgina dengan Seth melibatkan kesalahpahaman yang membuat Georgina sangat malu dan tidak ingin bertemu dengan penulis itu lagi. Namun, Seth malah terpikat dengan kepribadian Georgina dan mulai mendekatinya. Selain Seth, seorang dosen linguis bernama Roman juga tertarik pada Georgina. Sementara Georgina mencoba menghalau kedua laki – laki itu yang mengancam kenalannya ditemukan terbunuh, dan ia mungkin menjadi target berikutnya.
Mampukah Georgina menemukan siapa pelaku di balik semua pembunuhan itu sebelum nyawanya sendiri melayang? Sanggupkah Georgina memilih antara Seth atau Roman, meskipun ia tahu bahwa terlarang baginya untuk terlibat secara emosional dengan seorang pria?
Alice’s POV
Kesalahan di masa lalu membuat Georgina menjadi seorang Succubus, sesuatu hal yang sangat dia benci. Meski itu adalah tugasnya dan caranya bertahan hidup, tapi Georgina sering kali merasa bersalah membuat orang baik menjadi tercemar jiwanya.
Karena keadaan ini yang membuat Georgina tidak ingin menjalin hubungan dengan laki – laki selain karena luka masa lalu yang masih membayanginya.
Lalu kehadiran dua orang pria di hidupnya membuat dunianya menjadi berwarna, tapi semua hal tersebut berdampingan dengan sebuah keanehan dimana orang yang bersinggungan dengan dia meninggal satu per satu.
Georgina mulai menghadapi terror dan terjebak akan perasaan diantara dua laki – laki yang mendekatinya. Sayang Georgina melakukan satu kesalahan yang membuat laki –laki tersebut tersakiti.

Karakter Tokoh :
Georgina, Succubus yang memiliki hati yang baik seolah – seolah dia ada di tempat yang salah ketika harus bekerja untuk neraka.  
Seth, penulis yang mampu menarik hati Georgina dengan tulisannya juga kepribadiaannya yang tenang dan memikat. Karakter yang pendiam, suka menyendiri serta pria yang lurus sangatlah berbeda dengan kehidupan yang Georgina jalani.
Konflik cerita ini adalah ketika satu per satu orang disekitar Georgina meninggal dan  Georgina tahu siapa Roman yang sebenarnya dan dia harus memilih antara hidup dengan Roman dan meninggalkan semuanya atau bertahan tapi mungkin akan jadi bencana dengan ancaman nephilim.
Pesan yang disampaikan oleh buku ini adalah :
1.    Lebih baik tetap di kenang meski itu menyakitkan daripada dilupakan sama sekali.
2.    Jangan membuat keputusan ketika kita sedang emosi dan sedih, sering kali keputusan tersebut adalah keputusan yang salah.
3.    Cinta itu berarti menerima orang tersebut satu paket dengan masa lalunya seberapa pun kelamnya.
Tema cerita ini adalah kisah cinta antara manusia dan succubus, lengkap dengan kehidupan dunia paranormal lainnya. Sebenarnya saya pernah mendengar tokoh succubus, namun belum pernah membaca novelnya sama sekali. Jadi, ini adalah novel fiksi paranormal pertama yang saya baca selain vampire.
Bagian yang paling favorit adalah ketika Georgina hanya memilih tidur dengan laki – laki yang brengsek demi bertahan hidup, bukan mengambil jiwa yang murni dan berusaha tidak terlibat hubungan dengan manusia untuk melindungi keselamatan pria tersebut. Meski dia bekerja untuk neraka, sebenarnya Georgina memiliki hati yang baik dan jiwa seperti malaikat.  
Rating : 3 of 5 starts

You Might Also Like

0 friends

Popular Posts

Promotion Page!