Cozora Startup Lab

Tips Pitching | Alicia Van Akker

Selasa, November 07, 2017




Life is a pitch, terutama untuk founder startup. 
Tapi ga semuanya tahu tentang pitching. Berikut adalah list pertanyaan yang dapat digunakan untuk menyusun pitch desk kamu dari Alvin Wang Graylin (mInfo Inc) :
1.    Seberapa painful problem yang dihadapi ? How painful is the problem ?
2.    Kenapa solusimu lebih baik dari yang lain ? Why Your Solution is Better
3.    Siapa customernya ? Who is the Customer ? (What is that customer market size)
4.    Apa revenue modelnya ? What is the Revenue Model
5.    Kenapa kamu adalah yang terbaik untuk menjalankannya ? Why You are the Best at Doing This


Tips pitching dari Theresia Gouw, Accel Partner :
Jelaskan cerita (singkat) Anda
Anda harus bisa membuat VC percaya dengan cerita dan pengalaman Anda. Anda harus bisa mengerti apa saja masalah dalam bidang industri yang Anda tekuni berikut dengan problem solvingnya. Anda harus membawa VC untuk mengerti tentang Anda dan perusahaan Anda secara singkat  dan jelas.
Gunakanlah angka
Jangan buat VC untuk duduk dan mendengarkan 100 data yang berbeda. Secara jujur VC tidak akan mengingat semua hal itu. Gunakanlah sebuah insight yang jelas dan terlihat berbeda.  Dengan begitu Anda menunjukkan diri Anda sebagai seseorang yang capable.
Sebutlah kompetitor Anda
Mentionlah satu atau 2 kompetitor Anda dan garis bawahi apa yang kurang dari mereka dan kenapa produk Anda lebih baik. Tidak menyebutkan kompetitor Anda bisa berarti 2 hal. Yang pertama Anda tidak memberikan respect yang cukup kepada VC atau mungkin Anda tidak dapat membaca market.
Jangan gunakan banyak jargon
Entrepreneur  sering menggunakan istilah / jargon  karena mereka sudah terbiasa menggunakannya pada aktivitas mereka sehari-hari. Namun, jangan gunakan jargon pada saat Anda berbicara dengan VC. Jika Anda menggunakannya itu akan membuat Anda terlihat buruk dan Anda seperti tidak mengetahui hal-hal fundamental dari produk atau bisnis Anda. Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti kedua belah pihak sehingga komunikasi antara Anda dan VC bisa berjalan baik.
Berikanlah pertanyaan apakah VC ingin bertanya
Jika arah diskusi berubah menjadi seperti lecturing, itu tandanya ada yang salah. Pause monolog Anda dan berikanlah kesempatan untuk Anda bertanya pada VC apakah VC ingin menyampaikan pertanyaan misalnyai, apa yang tidak masuk akal bagi Anda? Apa yang ingin Anda ketahui lebih jauh ?
Content ini dibuat untuk StatupLab Cozora yang dikumpulkan dari berbagai sumber. 
 Happy Learning
Alicia Van Akker

You Might Also Like

0 friends

Popular Posts

Promotion Page!