Competition

Reflection of My Life to find #PassportToHappiness

13.10.00

“Every second has a chance for a new beginning.” [Ollie-Passport To Happiness]
Passport To Happiness dalam hidup saya adalah ketika sosok seorang anak mami berubah menjadi seorang Miss Independent.
Perjalanan itu dimulai ketika saya berusia 18 tahun, baru lulus SMA, harus memilih step selanjutnya yaitu jurusan kuliah yang akhirnya membentuk diri saya saat ini. Dulu ketika lulus saya bingung harus melangkah kemana dan memilih apa, terlalu banyak pendapat dan saya tidak mengerti apa perbedaan dari sekian banyak jurusan serta bagaimana dunia kuliah.
Lalu apa yang saya lakukan? Saya memilih diam dan bertanya pada diri sendiri, “Alice mau jadi apa sih?” akan tetapi satu pertanyaan tersebut membuat diri saya dihujani pertanyaan lain, seperti “saya ini siapa? kenapa saya diciptakan? Apa yang saya suka?” Hal ini yang mungkin disebut sebagai masa pencarian jati diri.
Chapter no. 1 - Who am i?
Perjalanan pertama saya dimulai dengan keputusan besar yaitu TIDAK KULIAH dan memilih menyendiri untuk menemukan jawaban atas pertanyaan saya atau bahasa populernya MENCARI JATI DIRI.
Jadi setelah lulus SMA, teman - teman saya masuk ke universitas, sedangkan saya pergi ke Bandung dan tinggal disana beberapa waktu untuk merenung. Bandung adalah Kota dimana saya “dating” dengan diri saya sendiri untuk menemukan jawabannya.



Pergilah kemana hatimu membawamu!

Keputusan besar ini diambil setelah saya membaca buku va dove ti porta il cuore - Pergilah kemana hatimu membawamu. 
Chapter no. 2 - Find My Passion
Perjalanan kedua adalah saat saya berhasil menemukan true calling atau yang lebih populer dengan kata PASSION. Dimulai dengan mengetahui kelebihan saya, hal yang saya suka, mengetahui tujuan hidup saya dan bidang apa yang saya cintai. Hal ini mempermudah saya ketika harus menentukan jalan mana yang saya pilih.
Satu tahun pending kuliah saya mengisi waktu dengan mengambil Kursus Jahit dan belajar Fashion Design. Maka saya mampu membuat berbagai macam baju yang jadi bekal untuk pekerjaan pertama saya dan juga bisnis pertama saya.
Kamu tahu bagaimana saya bisa merampungkan seluruh pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran saya? Jawabannya adalah karna bantuan sebuah buku Yes, I Can Do It! 
Chapter no. 3 - Finally i choose Business School!
Perjalanan berikutnya adalah menentukan jurusan kuliah yang sesuai dengan bakat, passion serta impian saya yaitu Bisnis dan memilih mengenyam pendidikan di Sekolah Bisnis. Lalu saya mulai menganalisis perbandingan jurusan bisnis yang ada.
Mungkin kamu berpikir hidup saya selanjutnya adalah tinggal daftar dan jalani kehidupan anak kampus, tapi sayangnya skenario hidup yang terjadi menjadi turning point hidup saya. Keluarga dan orang di sekitar saya tidak setuju, di mata mereka bisnis sama dengan dagang. “Buat apa kuliah kalo ujung2nya jaga toko?” begitulah pemikiran mereka. Jurusan yang tidak menjanjikan, tidak bergengsi.
Disinilah dunia saya berubah, saya harus kerja dan membiayai kuliah saya sendiri serta membiayai hidup sehari - hari. Ini adalah titik dimana saya sadar jika hidup saya ada di tangan saya dan waktunya berdiri di bawah kaki sendiri.
Pada masa sulit yang penuh dengan perjuangan, saya bisa bertahan dan melewatinya dengan baik berkat The Secret, buku yang luar biasa dan jadi pegangan saya saat itu.
Chapter no. 4 - Start Business
Perjalanan membawa saya masuk ke dalam dunia bisnis hingga saya benar - benar membuat bisnis yang nyata! Saya belajar teori dan praktik secara bersamaan, hal ini amat sangat saya syukuri sekarang. Semuanya sangat berguna untuk kehidupan saya saat ini dan yang pasti saya sudah menabung jatah kegagalan saya semenjak itu. Suatu saat jatah gagal saya akan habis dan hanya meninggalkan jatah sukses untuk saya. (amiiin!)
Ada banyak bisnis yang saya coba dari ikut bisnis jaringan, buat online shop, bisnis fashion dari tas, sepatu dan baju, lalu bisnis cake. Ini membuat skill bisnis saya berkembang dan belajar dari kesalahan yang saya lakukan.
Pada timeline hidup saya yang ini, saya amat tergila - gila dengan sosok Robeth Kiyosaki dan Buku Business School serta Cashflow Quadrant. Buku ini amat memperngaruhi saya untuk memiliki bisnis dan pindah kuadrant dari karyawan jadi pengusaha. Karna selama kuliah saya masih kerja sambil kuliah.
Chapter no. 5 - Fulltime Business Women
Perjalanan yang jadi penentuan hidup saya saat ini adalah saat memutuskan untuk berhenti bekerja setelah 5 tahun dan fulltime jalanin bisnis saya yaitu Rumah MC Indonesia. Saya mengambil keputusan ini saat detik - detik menyelesaikan skripsi, karna saya tahu saya tidak bisa berada di dua kapal dan ini waktunya menentukan pilihan.
Lagi - lagi ini bukan pilihan yang mudah karna orang tua saya keberatan, maklum saya sudah tidak pernah minta uang sejak saya memutuskan ambil jurusan bisnis yaitu di usia 18 tahun.
Saat itu pemikiran saya diperkuat setelah saya membaca buku Mimpi Sejuta Dollar karya Alberthiene Endah. Ini adalah step pertama saya untuk pindah kuadran menjadi Entrepreneur.
Chapter no. 6 - Competition & Mentor
Perhentian selanjutnya dari perjalanan hidup saya adalah mengikuti sebuah kompetisi Passion Pitch Gogirl Magazine, dimana kami mempresentasikan majalah digital yang akan kami buat. Ini adalah precious moment buat ketemu sama Nina Moran dan dapat advice langsung dari beliau sekaligus perenungan tentang pengertian seorang mentor.
Ada hal yang mengusik saya disini, jika orang yang selama ini saya kira mentor saya ternyata bukan the real mentor! Saya mengevaluasi ulang dan berpikir hingga akhirnya memutuskan mencari mentor yang bisa meng-upgrade diri saya.
Kebetulan saya datang ke acara peluncuran buku perdana Nina Moran dan saat itu saya dapat advice yang berharga mengenai bisnis termasuk the real mentor itu seperti apa sih. Ternyata buku No One to Someone ini menjadi panduan saya untuk membuat majalah, mengenal industrinya serta belajar dari business women lainnya. Mata saya terbuka dan saya bergegas untuk mencari mentor!
Chapter no. 7 - The Power in Ollie
Perjalanan saya menemukan sosok seorang mentor membawa saya bertemu dengan Kak Ollie yang saat itu mengisi Kelas di Akber Depok. Saya memberanikan diri untuk tes pithcing 1 menit. Setelah selesai acara saya beranikan untuk bertanya dan diluar dugaan seorang Ollie malah mengajak saya ke Dunkin untuk ngobrol, yeay!
Apa pengaruhnya untuk hidup saya? Saat itu saya bingung dan tidak yakin untuk membuka Sekolah MC, tapi kak Ollie yang menguraikan keruwetan pemikiran saya dan yakinin buat coba. Hasilnya saat ini Academy RMC saya sudah memiliki 15 lulusan siswa dan telah berjalan selama satu tahun.
Saat itu saya sedang membaca buku Girls & Tech karya Kak Ollie dan mengaplikasikan saran yang ada, dalam hati saya juga berjanji untuk lebih mengerti dan mengenal teknologi agar tidak gaptek!!!!
Chapter no. 8 - Mr. Right is REAL in my life
Perjalanan kali ini tidak bercerita tentang karier atau perjuangan hidup, tapi tentang pangeran impian yang saya tunggu seumur hidup yang saya tulis di sebuah buku.
Banyak orang yang mengatakan mimpi dan dunia nyata adalah dua hal yang berbeda, terlebih masalah percintaan. Tapi entah mengapa saya yakin jika orang itu ada dan kami pasti bertemu.
Dia memiliki inisial nama yang sama dengan ayah saya, Jerry Alan Soedira (J.A.S), bahkan mereka sama - sama memakai kacamata, suka naik gunung, penikmat musik, introvert! Ada hal yang lebih ajaib lagi, kalau ulang tahun dia tanggal 13 + ulang tahun papa saya tanggal 9 itu akan menjadi tanggal ulang tahun saya, yaitu 13 September (13-09). Itu hanya sepenggal bukti kalau saya menemukan pangeran impian saya di dunia nyata, ada banyak hal yang tidak bisa disebutkan karna terlalu banyak :))
Pada titik ini, saya banyak sekali berdoa karna selama dua tahun kenal, hubungan kami bagaikan roller coaster dan hal ini berpengaruh ke Rumah MC karna dia masuk ke dalam bisnis yang telah saya buat dari tahun 2012. Sisi positif banyak perubahan seperti akhirnya Rumah MC memiliki blog dan website, cara kerja yang lebih simple dengan adanya Client Form. Kehadirannya membuat Rumah MC bersentuhan dengan teknologi dan bergerak secara online. Tapi negatifnya adalah setiap kali secara personal kami sedang bermasalah, maka Rumah MC pun terganggu!
Saya pernah berdoa novena Santo Yudas Tadeus, dimana doa tersebut tidak pernah gagal, hanya untuk mencari jawaban apakah dia jodoh saya? Atau apakah kami hanya bertemu tapi tidak untuk bersatu? Namun jawabannya sangat mengejutkan, saya melihat namanya ada dimana - mana, entah kenapa ada banyak orang yang namanya sama! Saya menemukan nama yang sama dengan dia di sosial media hampir setiap hari, buku novel yang saya baca, spanduk yang saya lihat dipinggir jalan dan berbagai macam hal yang berkaitan dengan diri dia. Pada titik ini saya berpikir, apakah ini jawaban Tuhan? Kalau memang benar kami berjodoh.
Chapter no. 9 New Year, New Life, New Me



Perjalanan ini adalah saat saya menuliskan kata demi kata dalam blog ini, masa dimana saya belajar untuk melihat dengan lebih jernih dan mengambil keputusan penting selanjutnya untuk mencintai diri saya dan berani meninggalkan hal yang membuat saya terluka begitu dalam termasuk Mr. Right.


Passport To Happiness by Ollie

“aku terlalu banyak mendahulukan kepentingan orang lain dan lupa untuk mencitai orang yang akan selamanya terus bersamaku seumur hidup, yaitu diriku sendiri” [Passport To Happiness hal vii]
Sangat tidak mudah untuk melangkah karna dia ada dalam kehidupan personal dan profesional saya. Sulit untuk meninggalkan sosok yang telah saya tunggu seumur hidup dimana semua list dalam teman hidup ada pada dia. Hal ini tidak baik untuk diri saya karna sedikit banyak berpengaruh kepada Rumah MC dan saya tidak ingin mempertaruhkan kerja keras saya selama bertahun - tahun.
“mulai melihat kembali apa saja yang telah dikorbankan untuk sesuatu yang disebut cinta. They now have zero tolerance to bullshits” [Passport To Happiness hal vii]
Ada satu kalimat yang membuat saya berpikir ketika membaca buku Passport To Happiness, “Apa yang kamu tangisi? There are seven billion people in the world, half of them are men!” Ini titik yang membuat saya berpikir, kenapa saya tidak melangkah? Saya bisa memilih untuk bertahan dan merasa terluka atau melangkah pergi dan bahagia.

Loving you doesn’t mean i can’t leave you

Saya bahagia dengan karier saya dan sekarang saya membuat keputusan jika saya ingin bahagia dalam karier dan kehidupan saya. “Aku percaya, selalu ada kehidupan baru setelah perpisahan. Dan untuk mulai menikmatinya, aku harus move on.” Maka menjelang pergantian tahun, saya belajar untuk memaafkan, menerima lalu melepaskan agar saya dapat memulai tahun baru dengan hidup baru dan Alice yang baru :)


Ollie & Alice
Selama ini saya tahu jika hal ini yang harus saya lakukan, tapi saya takut jika saya melepaskan saya tidak akan bahagia. Saya lupa jika kebahagian ada pada genggaman tangan saya. Dan buku ini menolong saya untuk mengambil keputusan penting ini, termasuk Kak Ollie yang terlihat bahagia dan mampu mengubah keadaan menjadi penuh berkat dan berguna bagi banyak orang.
Semoga suatu hari nanti, hidup saya bisa jadi terang seperti Kak Ollie yang saat ini jadi terang buat hidup saya :))
Ini adalah kisah perjalanan yang paling menyenangkan dalam hidup saya, dimana saya bisa menemukan passion dan purpose in life, memilih untuk menjalani bidang yang saya sukai, mendapatkan target hidup saya di usia 20 tahunan dan menemukan pangeran impian saya. Saya memang tidak tahu bagaimana ending dari kehidupan percintaan saya, tapi setidaknya saya beruntung karna dapat melihat bagaimana sosoknya. Jadi saya bisa melanjutkan perjalanan saya dan menggapai mimpi besar saya lainnya. I know if i’m on the right track :)
Banyak orang diluar sana yang masih mencari dan memecahkan teka teki kehidupan, tapi saya sudah ada di lintasan yang tepat dan hanya tinggal berlari hingga nanti waktunya tiba di garis finish kehidupan. Akhirnya saya bisa mengatakan jika saya bahagia, sebuah kata yang teramat mahal yang tidak dimiliki oleh semua orang.
Tulisan ini saya ikut sertakan dalam Lomba Passport To Happiness Giveaway pada tanggal 27 Desember 2015 via notes facebook dan menjadi Pemenang Pertama :)


Passport To Happiness Giveaway

With Love,
Alice

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Promotion Page!